Connect with us

Di Luar Kata

Dialog lintas tokoh muda Tasikmalaya di Kedai Kopi Kabeuki tempo hari.

Kanal

Menghidupkan Ruang-Ruang Belajar Bersama

Kini, anak-anak muda kembali mencoba menyediakan ruang belajar bersama di tengah kebisingan media sosial. Dari beragam latar belakang identitas berkumpul untuk menjaga dan menghidupkan tradisi berpikir kritis di kalangan generasi milineal.

Budaya yang kita bangun, menjadikan forum diskusi bukan sebagai ajang unjuk kebenaran tentang sebuah pengetahuan. Melainkan sebagai wadah untuk bersama-sama mencari kebenaran. Berusaha menjaga keseimbangan tanpa baju kebesaran.

Dalam forum diskusi kali kedua ini, anak-anak muda tersebut menghadirkan Imam Farid Muslim (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Fikri Zulfikar (Himpunan Mahasiswa Islam), dan Hilma Fanniar Rohman (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah). Topik yang menjadi pembahasan tentang Para Patriot.

Para pemantik diskusi

Sebenarnya hal utama yang menjadi topik pembahasan itu adalah mengembalikan pemahaman diri kita semua terhadap sesuatu hal yang seharusnya disikapi dengan sederhana namun saat ini telah ditanggapi dengan begitu rumit.

Berharap, ruang belajar bersama tersebut menjadi sebuah jejaring yang dibentuk dengan modal keikhlasan, mutualisme dan integritas dari kalangan biasa. Bentuk hubungan yang tiada sekadar perniagaan namun lebih kepada persaudaraan.

Melalui diskusi-diskusi ini, diharapkan generasi muda memiliki ketajaman dalam menganalisis berbagai hal. Senantiasa melihat kembali atau meneliti cara berpikir dan cara melihat atas berbagai fenomena dan kenyataan yang ada di sekitar.

Selain itu, untuk membangun kesadaran kolektif, yaitu dengan kesetiaan dan konsistensi melakukan sesuatu mulai dari hal-hal remeh. Salah satunya, seperti kegiatan saat ini yang sedang digelar soalnya yang terpenting bagaimana cara semua orang bisa saling bergembira. Satu sama lain saling mengenal. Bukan ilmu, tapi rindu.

Yang dikatakan orang saling bermusuhan semuanya itu hanya prasangka, toh buktinya kita semua disini bisa bergembira bareng. Rasa kekeluargaan sangat terasa. Makanya, dengan kegiatan seperti ini jarak pandang kita terhadap sesuatu akan semakin dekat. Hal-hal yang kita prasangka akan hilang dengan sendirinya.

komentar

Lanjutkan
Terkait...

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kanal

Ke Atas